2 Desa di Kecamatan Kutawaringin Dilanda Longsor
Rabu, 15 Februari 2012 | 09.55 WIB | Editor: Baida
Sedikitnya 58 rumah di Desa Kutawaringin dan Desa Sukamulya, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung rusak akibat tertimpa tanah longsor, Senin (13 Februari 2012) pukul 19.00 WIB. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor tersebut, namun 65 kepala keluarga (KK) atau sekitar 221 jiwa harus mengungsi.
Bencana alam tanah longsor di Desa Sukamulya tersebar di RT 01/RW 10, RT 04/11, dan RT 04/12. 7 rumah yang rusak berat, 7 rumah rusak sedang, dan 22 rumah rusak ringan. Jumlah warga yang mengungsi sebanyak 152 jiwa
Selain merusak sejumlah rumah, jalan yang menghubungkan Desa Sukamulya dengan Kecamatan Soreang sepanjang 3 kilometer ikut tertimbun longsor. Sedikitnya terdapat 20 titik longsor pada ruas jalan dari Kampung Bangsalbahe sampai Kampung Cikoneng tersebut.
Sementara longsor di Desa Kutawaringin melanda Kampung Randu Kurung RT 02 dan RT 03/RW 04 serta RT 02/RW 15. Longsor menyebabkan sebanyak 2 rumah rusak berat dan 20 rumah rusak ringan. Sejumlah jalan setapak pun ikut tergerus air hujan hingga longsor. Jumlah warga yang meninggalkan rumahnya sebanyak 69 jiwa.
Longsor di wilayah Kecamatan Kutawaringin disebabkan hujan deras yang turun sejak Senin (13 Februari 2012) sore hingga malam pukul 22.00 WIB. Akibatnya air bercampur lumpur mengikis permukaan tanah dan longsor mengarah ke kawasan permukiman warga yang posisinya berada di bawah.
Di Kampung Randu Kurung, longsor terjadi di Bukit Pangkalan. Air yang meluncur deras dari atas bukit meluber ke daratan. Lapisan tanah yang tidak ditumbuhi pohon kemudian retak dan terbawa air hujan yang sudah bercampur tanah merah.
Material tanah longsor yang bercampur air menerjang bangunan rumah milik Bidin Askaya (45), warga Kampung Randu Karung, RT 02/RW 04, Desa Kutawaringin. Terjangan longsor itu membobol kamar tidur utama hingga menimbulkan lubang besar. Air bercampur material tanah longsor masuk ke dalam rumah dan ikut mengikis jalan setapak hingga mengakibatkan longsor lainnya.
“Pada saat kejadian saya bersama istri dan anak sedang berada di ruang depan. Kami tidak menyalakan televisi karena di luar hujan deras disertai petir yang menyambar-nyambar. Saat tengah mengobrol tiba-tiba rumah bergoyang seperti terjadi gempa. Sepersekian detik kemudian, terdengar suara mirip letusan,” kata Bidin saat membersihkan rumahnya, Selasa (14 Februari 2012).
Belum hilang kekagetannya, dinding rumahnya retak, kemudian jebol. Bidin pun membawa istrinya Arum (40) dan anak bungsunya, Endang (13) keluar rumah untuk menyelamatkan diri. “Saya tidak berpikir apa-apa lagi, yang penting bagaimana secepatnya menyelamatkan diri, sekalipun saat itu hujan deras,” katanya.
Kini, Bidin bersama keluarganya mengungsi ke rumah tetangganya. Rencananya, mereka akan ke rumah menantunya, Asep Caca (29)
Asep Caca (29) di Kampung Cipeundeuy Desa Cibodas. Ditemui di lokasi kejadian, Asep Caca mengaku sengaja mengungsikan mertuanya karena khawatir terjadi longsor susulan.
Pasalnya, tebing di atas rumah Bidin pun tergerus longsor. “Sebelum ada penanganan yang bisa membuat tenang pikiran, lebih baik bapak saya ungsikan,” ujarnya.
Sejak malam kejadian, Camat Kutawaringin, Yosep Nugraha bersama unsur Muspika Kutawaringin dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, sudah melakukan upaya evakuasi. Warga yang rumahnya rusak maupun terancam bancana, dimobilisasi untuk mengungsi ke tempat yang aman.
Untuk mengantisipasi longsor susulan, warga diimbau untuk mengungsi. Terutama saat malam atau hujan deras. “Insya Allah, besok (hari ini, red) BPBD akan mengirim berojong supaya lebih menguatkan tebing-tebing yang terancam longsor susulan,” katanya.
Bantuan yang sudah diberikan Pemerintah Kabupaten Bandung sampai Selasa sore berupa sembako, cangkul, sekop, dan karung.
Camat Kutawaringin, Yosep Nugraha mengakui Kecamatan Kutawaringin masuk zona rawan bencana alam tanah longsor. Daerah rawan longsor di kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Soreang ini berada di Kutawaringin sebelah barat, yaitu Desa Sukamulya, Buninagara, Cibodas, dan Kutawaringin. [gm]



