Kota Bandung

Bandung Bisa Menjadi Kota Layak Anak

Rabu, 22 Februari 2012 | 10.58 WIB | Editor:
Bandung, Bandung Media -

Anak-anak di Kota Bandung akan mendapatkan perlindungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak. Saat ini, Perda Perlindungan Anak tersebut tengah dalam proses pembahasan di Pansus III DPRD Kota Bandung. Agar perda tersebut benar-benar bisa melindungi anak-anak dan Bandung bisa menjadi kota layak anak, pansus pun akan berkonsultasi dengan Komnas Perlindungan Anak.

Ketua Pansus III DPRD Kota Bandung, Tatang Suratis mengatakan, seluruh persoalan yang menyangkut anak-anak di Kota Bandung akan dibahas dalam perda perlindungan anak tersebut. Seperti masalah eksploitasi anak, anak jalanan maupun masalah kriminal yang dilakukan anak-anak. Permasalahan ini akan dilihat dari berbagai sisi, apakah dari sisi anak-anaknya, orangtua atau faktor lainnya.

“Seperti anak jalanan, kita akan lihat secara menyeluruh apakah memang disuruh orangtuanya, atau keinginan anak tersebut lebih menyukai jalanan,” ungkap Tatang di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (21 Februari 2012).

Dalam pembahasan Perda Perlindungan Anak ini, kata Tatang, pihaknya pun akan melibatkan pihak-pihak yang kompeten. Bahkan bila diperlukan, Komnas Perlindungan Anak pun akan dimintai pandangannya. “Kalau perlu, kami akan mengundang Kak Seto, untuk memberikan masukan pada perda yang tengah kami bahas,” ujar Tatang.

Perda Perlindungan Anak ini pun diharapkan bisa bersinergi dengan Pusat Pelayanan dan Usaha Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Kota Bandung, yang tengah dalam proses pembangunan di kawasan Rancacili.

Ini diperlukan, karena dalam mengatasi masalah sosial yang di dalamnya menyangkut masalah anak, Kota Bandung seringkali mangalami kesulitan untuk merehabilitasi mereka.

Sementara anggota Komisi A yang juga anggota Pansus III DPRD Kota Bandung, Lia Noer Hambali mengatakan, Pemkot Bandung harus mulai menyediakan sarana dan prasarana yang edukatif.[gm/foto:imoe.wordpress.com]

Cetak
Tinggalkan komentar, tanggapan, kritik atau apapun untuk tulisan di atas. Kami berhak tidak menampilkan tanggapan atau komentar jika tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau tidak sesuai topik.

Tinggalkan Komentar