Kabupaten Bandung

Pengembangan Penyediaan Air Bersih Perdesaaan

Kamis, 9 Februari 2012 | 11.33 WIB | Editor:
Pengembangan Penyediaan Air Bersih Perdesaaan
Ilustrasi: Jaringan pipa air bersih yang dikelola oleh Badan Pengelola Air Bersih Desa Ciburial (BPAB-DC) Kecamatan Cimenyan Kab. Bandung yang melintasi tebing curam.
Bandung, Bandung Media -

Pemenuhan kebutuhan penyediaan air bersih di wilayah Kabupaten Bandung secara total saat ini belum memenuhi standar Millenium Development Goals (MDG’s) karena baru mencapai sekitar 40 persen. Berkenaan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung akan membangun 24 titik instalasi air bersih dengan anggaran sekitar 2 milyar rupiah. Langkah tersebut untuk meningkatkan layanan penyediaan air bersih perdesaan di Kabupaten Bandung yang baru mencapai 13,2 persen.

Kepala Dinas Permukiman, Tata Ruang dan Kebersihan (Dispertasih) Kabupaten Bandung, Slamet Mulyana didampingi Kepada Bidang Permukiman Deddy Mulyadi menyatakan, pemenuhan air bersih Kabupaten Bandung secara total saat ini juga belum memenuhi standar Millenium Development Goals (MDG’s).

“Selain 13,2 persen dari air bersih perdesaan, PDAM menyuplai 25 persen dan sumber air bersih yang dikelola masyarakat ada sekitar 15 persen. Jadi totalnya baru sekitar 40 persen,” ujar Slamet saat menerima kunjungan Technical Director Water and Sanitation Indonesia Infrastruture Initiative (IndII) Australia, Jim Coucouvinis dan Anne Joselin di Perumahan Sampora Indah, Desa Sukamenak Kecamatan Margahayu, Rabu (8 Februari 2012).

Menurut Slamet Mulyana, sejak tahun 2007, IndII Australia telah membantu pengembangan penyediaan air bersih perdesaaan di wilayah Kabupaten Bandung. Sejauh ini bantuan tersebut baru tersebar di 3 lokasi, yaitu di Desa Sukamenak Kecamatan Margahayu, Desa Margahurip Kecamatan Banjaran dan Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan.

Dalam pemeliharaan dan pengoperasiannya, kata Slamet, sarana air bersih perdesaan tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). “Ternyata pengelolaanya sangat baik, sehingga Pemerintah Australia merasa percaya kepada Pemerintah Kabupaten Bandung dan tidak segan untuk memberi bantuan lagi,” ujarnya.

Sementara itu Jim Coucouvinis mengatakan, pihaknya sejauh ini telah memberikan bantuan dengan nilai total 190 juta dolar Australia untuk pengembangan sarana air bersih di sebanyak 25 kabupaten se-Indonesia. “Kami senang melihat bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pemenuhan kebutuhan air bersih warga di perdesaan,” ujarnya. [pr/foto:www.desaciburial.com]

Cetak
Tinggalkan komentar, tanggapan, kritik atau apapun untuk tulisan di atas. Kami berhak tidak menampilkan tanggapan atau komentar jika tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau tidak sesuai topik.

Tinggalkan Komentar