4-5 Tahun Ke Depan Bisnis Yellow Pages Masih Akan Bertahan
Sabtu, 11 Februari 2012 | 00.43 WIB | Editor: Baida
Presiden Direktur Infomedia, Muhammad Awaluddin mengungkapkan, di negara tetangga, seperti Singapura, dalam lima tahun terakhir, layanan informasi Yellow Pages sudah tergerus dan hanya tersisa 20 persen-nya. Untuk Indonesia, Muhammad Awaluddin memprediksi Yellow Pages masih akan bertahan dalam 4-5 tahun ke depan, sebelum drop seiring dengan semakin meluas dan meratanya penetrasi internet di Indonesia.
Belum meratanya penetrasi internet di Indonesia membuat bisnis layanan informasi Yellow Pages di Indonesia tetap tumbuh positif. Sepanjang tahun 2012 layanan informasi Yellow Pages Directory dan Special Directory dari PT Infomedia Nusantara (Infomedia) tumbuh 10,4 persen dibandingkan tahun 2011.
“Di Indonesia penetrasi internet belum merata. Akses internet di Indonesia timur belum semudah di sini. Inilah yang membuat orang masih percaya memasang iklan di Yellow Pages,” ujar Presiden Direktur Infomedia, Muhammad Awaluddin di Dakken Cafe, Jalan L.L.R.E. Martadinata, Bandung, Jumat (10 Februari 2012).
“Secara nature, bisnis Yellow Pages akan turun, seiring dengan berakhirnya era printer. Orang-orang mulai beralih ke internet,” kata Muhammad Awaluddin.
Infomedia mengantisipasi periode tersebut dengan mulai mengalihkan ke dalam bentuk digital rich content. “Yellow Pages nantinya bisa diakses dalam bentuk e-book melalui tablet, smartphone, notebook, dan gadget lainnya. Media alternatif penting untuk mereposisi Yellow Pages,” kata Muhammad Awaluddin.
Diakui Muhammad Awaluddin, Yellow Pages tergolong bisnis yang unik. Pengiklan bahkan rela membayar 40 persen di muka. Padahal bukunya baru akan terbit 1 tahun kemudian. “Seperti di Jakarta, buku terbit pada bulan Mei. Sejak bulan Mei tahun sebelumnya pemasaran sudah dilakukan dan sejak transaksi pengiklan harus membayar di muka,” tutur Muhammad Awaluddin.
Sepanjang tahun 2011 layanan informasi tersebut masih memberikan kontribusi yang cukup besar untuk revenue Infomedia, yaitu mencapai 26,88 persen. Total pendapatan Infomedia sepanjang tahun 2011 mencapai 1,07 triliun rupiah, sedangkan layanan informasi Yellow Pages Directory dan Special Directory 287,6 miliar rupiah.
Kontributor pertama masih dipegang layanan informasi contact center dengan revenue 636,5 miliar rupiah, tumbuh sebesar 20,1 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara revenue printing & publishing sebesar 71,8 miliar rupiah (tumbuh sebesar 14,4 persen), business process outsourcing sebagai new wave business memberikan revenue 66 miliar rupiah (tumbuh sebesar 406,3 persen), dan digital rich content 8,3 miliar rupiah (tumbuh sebesar 222,6 persen).
Sementara itu, pada tahun 2012 ini Infomedia menargetkan pendapatan sebesar 1,3 triliun rupiah, tumbuh 21 persen dibandingkan realisasi pendapatan pada tahun 2011. Hingga akhir Desember 2011, Infomedia membukukan pendapatan sebesar 1,07 triliun rupiah, tumbuh 23 persen dibandingkan dengan tahun 2010.
Untuk mencapai target tersebut, pada tahun 2012 ini, Infomedia akan hadir dengan 7 portofolio bisnis yang merupakan pengembangan dari 3 portofolio bisnis sebelumnya. Operation Service dan Data Analytics adalah dua portofolio bisnis baru infomedia. “Target kami adalah menjadi pemain utama di jajaran penyedia layanan informasi,” kata Muhammad Awaluddin.
Seiring dengan penguatan portofolio bisnis tersebut, pada tahun 2012 ini Infomedia menyediakan anggaran belanja Capex sebesar 100 miliar rupiah. Menurut Muhammad Awaluddin, dana tersebut dominan bersumber dari pendanaan internal kas perusahaan. [pr/gambar:skalanews]



