Air Asia Buka Rute Surabaya-Bandung-Denpasar
Selasa, 14 Februari 2012 | 14.22 WIB | Editor: Baida
Air Asia makin fokus menggarap rute-rute domestik. Senin (13 Februari), PT Indonesia Air Asia (IAA) membuka rute domestik Surabaya – Bandung, dan Surabaya – Denpasar.
Dengan rute penerbangan baru tersebut, Air Asia menargetkan adanya kenaikan jumlah penumpang sebesar 24 persen dibandingkan tahun 2010. Tahun 2011 lalu, IAA menerbangkan sebanyak 5 juta orang penumpang, dari target yang dipatok 4,5 juta orang. Pada tahun 2012, jumlah penumpang ditargetkan akan naik menjadi 6,2 juta orang.
Presiden Direktur IAA Dharmadi menuturkan, saat ini rute domestik IAA berkontribusi sebesar 27 persen. Sementara itu 73 persennya merupakan kontribusi dari rute internasional. Dengan adanya tren kenaikan penerbangan domestik sebesar 18 persen, maka pihaknya optimistis ke depannya rute domestik, khususnya Surabaya yang merupakan hub di samping Jakarta, Denpasar, Medan, dan Bandung, memiliki prospek yang harus diperhitungkan.
“Dengan menghubungkan potensi di Surabaya – Bandung – Denpasar, kami optimistis bisa jadi pasar yang besar. Apalagi kami menawarkan harga yang affordable,” ungkapnya. Untuk menarik penumpang, Air Asia pun menawarkan harga 99.000 rupiah untuk penerbangan Surabaya – Denpasar dan mulai dari 149.000 rupiah untuk Surabaya – Bandung dengan jadwal penerbangan mulai hari ini (14 februari 2012) hingga 27 Oktober 2012.
Dharmadi menerangkan, Air Asia pada tahun 2012 ini menargetkan untuk mengkoneksikan semua hub di tanah air. Untuk mendukung konektivitas tersebut, Air Asia tahun 2012 ini juga akan menambah 4 pesawat tipe Airbus A320 dengan masing-masing berkapasitas 180 penumpang. Saat ini Air Asia masih didukung 17 pesawat. “Kami juga mempertimbangkan untuk membuka rute baru lagi di Jawa Timur, yakni di kota Malang. Karena selain potensinya yang besar, perkembangan pariwisata di kota Malang sangat bagus. Banyak maskapai yang mulai membidik untuk masuk ke kota Malang,” terangnya.
Dharmadi menuturkan, saat ini pihak Air Asia sedang membidik pangsa pasar yang masih belum memiliki pengalaman terbang dengan menggunakan pesawat. Menurutnya, sejak Air Asia menyuguhkan harga tiket pesawat yang terjangkau, banyak penumpang yang sebenarnya baru pertama kali menjajal transportasi udara tersebut.
“Dan potensi segmen market ini sangat besar. Sebesar 60 persen dari total penumpang Air Asia Group yang mencapai 110 juta penumpang, merupakan first time customer. Oleh karena itu, growth IAA tak berpatokan dari industri penerbangan yang moderat. Kami bisa capai 10 persen, terkadang 20 persen,” jelasnya.
Meski demikian, Dharmadi menerangkan bahwa penetrasi penerbangan berbasis low cost carrier (LCC) di tanah air masih rendah dibandingkan penerbangan full service airline. Market share-nya hanya 7 persen. Oleh karena itu, untuk menggenjot jumlah customer sekaligus melakukan edukasi pasar, maka Air Asia kini lebih gencar untuk promosi melalui internet hingga jejaring sosial.
“Sebanyak 87 persen booking pesawat kami dilakukan melalui internet. Meskipun kami masih menggandeng travel agent, namun komposisinya sangat sedikit. Nanti arahnya semua transaksi bisa internet,” paparnya. [jppn/foto:airplane-pictures.net]



