Pariwisata Bandung

Industri Kreatif Drama Musikal Lutung Kasarung Geliatkan Pariwisata

Selasa, 3 Januari 2012 | 00.01 WIB | Editor:
BANDUNG, Bandung Media -

Jelang pergantian tahun, Drama Musikal Lutung Kasarung di Bandung menjadi salah satu alternatif hiburan akhir tahun. Pertunjukan teater musikal itu menjadi yang terbesar di Jawa Barat yang digelar mulai 27 Desember 2011 hingga 1 Januari 2012 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Sapta Nirwandar, mengatakan, pertunjukan ini dapat menghadirkan sebuah hiburan menarik berkelas dunia yang dapat dinikmati seluruh segmentasi usia. Selain itu juga dapat menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir tahun dengan unsur kearifan lokal.

“Kota Bandung terus menyedot perhatian penonton. Ratusan penonton takjub dengan aksi para pemain, tata musik dan cahaya, dekorasi panggung, serta kostum yang menawan, apresiasi dari berbagai kalangan pun mengalir deras. Saya sendiri terpukau pada aksi para pemain di atas panggung. Ini pertunjukan yang keren dan mengagumkan, baik segi musik maupun akting para pemainnya,” ujarnya di Gedung Sabuga, Bandung, akhir pekan lalu.

Hal itu menjadi suatu karya industri kreatif yang perlu didukung dan kembangkan agar bisa menjadi tontonan tidak hanya masyarakat Indonesia juga wisatawan asing. Kedepan diharapkan drama musikal bisa dipentaskan di Jakarta agar gaungnya bisa lebih luas lagi, karena merupakan bagian dari industri kreatif yang semula cerita rakyat jadi tuntunan dan sekarang menjadi tontonan. Selain itu juga berbagai macam kostum yang dikenakan para pemain merupakan hasil kreatif para desainer yang patut dibanggakan.

Kemenparekraf berharap, Musikal Lutung Kasarung mampu menggeliatkan sektor pariwisata di Indonesia dan Bandung pada khususnya. Dengan harapan agar para wisatawan domestik dan mancanegara (Malaysia dan Singapura) memiliki keragaman tujuan dalam mengisi liburan akhir tahun di Bandung. Sementara Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, menyambut baik dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjadikan drama musikal Lutung Kasarung menjadi agenda nasional.

“Semula kami hanya berniat memberikan wadah bagi kaum muda Bandung untuk menyalurkan bakatnya melalui pentas ini. Kami menyambut baik bila pemerintah pusat ingin menjadikannya agenda event nasional,” ujar Dede.

Musikal Lutung Kasarung sangat membanggakan Jawa Barat, karena sebuah cerita tradisional Sunda dapat dikemas modern secara menawan. Tingginya minat penonton juga terlihat dari penjualan tiket. Sejak hari pertama ditampilkan, penjualan tiket terus mengalami peningkatan. “Kisah cinta dan perjuangan Lutung Kasarung dan Purbasari ini dimainkan dalam konsep musikal modern dengan tak menghilangkan unsur tradisi dan budaya khas Sunda. Drama ini melibatkan beberapa putra dan putri terbaik Jawa Barat sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Jawa Barat,” jelasnya.

Menurut dia, pada hari pertama pementasan,penjualan tiket mencapai 70-80% dan itu terus meningkat pada hari-hari selanjutnya. Jumlah penonton diperkirakan bertambah dan mencapai puncaknya saat akhir pekan. Terlebih akhir pekan ini bersamaan dengan perayaan malam pergantian tahun. Suksesnya pergelaran drama musikal terbesar di Jawa Barat ini tidak lepas dari chemistry yang dibangun para pemain dan kru di balik layar.

Sekitar 2 jam pertunjukan, penonton dibawa terhanyut dalam setiap tarian serta nyanyian yang dibawakan oleh sekitar 150 pemain. Alur cerita Lutung Kasarung yang dimainkan banyak diimprovisasi. Sang sutradara Didi Petet menyisipkan bodoran-bodoran khas sunda dan tokoh lucu dalam cerita ini. Lutung Kasarung (Lutung yang tersesat) sendiri menceritakan tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah (bumi) dalam wujud seekor lutung (kera).

Dalam perjalanannya di bumi, sang lutung mencari putri idaman hati yang ternyata ada pada sosok Purbasari Ayuwangi. Purbasari adalah calon pemegang tahta yang diusir oleh saudaranya yang pendengki yakni Purbalarang. Dalam perjalanannya mendapat haknya sebagai pemegang tahta, Purbasari selalu diberi cobaan oleh Purbalarang. [suara pembaruan]

Cetak
Tinggalkan komentar, tanggapan, kritik atau apapun untuk tulisan di atas. Kami berhak tidak menampilkan tanggapan atau komentar jika tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau tidak sesuai topik.

Tinggalkan Komentar