Wisata Kuliner Bandung

Nama Bali Digandrungi Pengusaha Kafe dan Resto Bandung

Senin, 2 Januari 2012 | 20.00 WIB | Editor:
BANDUNG, Bandung Media -

Resto dan kafe di Bandung makin menjamur. Terutama di kawasan Dago dan Jalan Riau. Tentu saja ini membuat persaingan di dunia kuliner ini semakin ketat.

Untuk memenangkan persaingan, pihak pengelola harus memutar otak. Kalau tidak, tentu saja usahanya akan cepet bangkrut. Untuk menggaet penggila resto dan kafe, berbagai cara dilakukan, mulai dari menu makanan khas, nama makanan yang agak nyeleneh dan juga desain interior yang unik serta lain dari yang lain.

Tidak hanya itu, ternyata nama khas suatu daerah juga dijadikan magnet menggaet konsumen. Salah satunya nama besar pulau dewata Bali. Resto dan kafe di Bandung kini lagi gandrung terhadap nama Bali dan makanan khas Bali.

Sebut saja kafe Bali di Jalan Martadinata, Bali Heaven di Jalan Perempatan Pasirkaliki-Pasteur, Bali Seafood di jalan Wastukencana, Ikan Bakar Jimbaran dan Legian Kafe di Jalan Sulanjana dan beberapa kafe lainnya.

Pengelola Kafe Jimbaran, Wawan Martasasmita mengatakan, pihaknya ingin menampilkan benar-benar Bali di Kota Bandung. “Mulai dari makanan, design interior dan nuansanya pun dibikin benar-benar seperti di Bali,” katanya.

Makanannya pun benar-benar menyuguhkan sajian Bali seperti ayam betutu, ikan bumbu jimbaran, disuguhkan dengan empat macam sambel Bali, yang tentunya terasa pedas dilidah. “Kami menginginkan pengunjung ini seolah benar-benar berada di Bali, dari itulah patung-patung didatangkan dari Bali, ornamen, hiasan dan design interior pun serta toilet pun bernuansa Bali,” katanya.

Ketua Asosiasi Kafe dan Restoran Dedie Soekartin mengatakan di Kota Bandung begitu banyak restoran dan kafe yang bisa menjadi pilihan wisatawan pecinta kuliner. Mulai dari, bahan daging sapi, ikan laut, bebek, ayam dan lainnya semuanya mempunyai ciri khas tersendiri.

“Kafe Bali sudah terkenal karena makanannya yang punya ciri khas. Tapi kekhasan mereka bukan makanan Bali, tapi namanya saja Kafe Bali, makanan yang disajikan ada makanan internasional, Indonesia hingga masakan sunda,” katanya.

Beda dengan Ikan Bakar Jimbaran yang benar-benar mengadopsi makanan Bali. Bahkan tidak makananya saja tempatnya pun mirip di Bali.

Dedi mengakui memang saat ini nama Bali menjadi tren untuk kafe dan restoran di Kota Bandung. “Mungkin nama Bali kan sudah terkenal ke seluruh dunia, sehingga kharismanya pun dipakai untuk nama restoran atau kafe,” katanya.[PRLM]

Cetak
Tinggalkan komentar, tanggapan, kritik atau apapun untuk tulisan di atas. Kami berhak tidak menampilkan tanggapan atau komentar jika tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau tidak sesuai topik.

Tinggalkan Komentar